Foundations of
Certified Hypnotheraphy
Temukan rahasia kekuatan pikiran bawah sadar Anda, dan bagaimana cara mengoptimalkannya.
Academy Hypnosis Indonesia
Foundations of Certified Hypnotheraphy
Dalam pembelajaran selama 100 jam ini, kita akan menjelajahi salah satu fenomena pikiran manusia yang paling menarik sekaligus sering disalahpahami.
DASAR PENGETAHUAN HIPNOSIS
-
Hipnosis dan Hypnoterapi
- Pengertian Hipnosis
- Pengertian Hipnoterapi
- Perbedaan Hipnosis dan Hipnoterapi
- Permasalahan yang Dapat Disembuhkan dengan Hipnoterapi
- Siapa Saja yang Bisa Belajar Hipnosis dan Hipnoterapi
-
Tokoh-Tokoh Hypnosis
- Franz Anton Mesmer (1734–1815)
- Marquis de Puységur (1751–1825)
- James Braid (1795–1860)
- Jean-Martin Charcot (1825–1893)
- Hippolyte Bernheim (1840–1919)
- Sigmund Freud (1856–1939)
- Émile Coué (1857–1926)
- Clark L. Hull (1884–1952)
- Milton H. Erickson (1901–1980)
- Dave Elman (1900–1967)
- Ernest Hilgard (1904–2001)
- Ernest Rossi (1933–2020)
-
Sejarah Hipnosis Klasik
- Franz Anton Mesmer (1734–1815) – Awal Hipnosis Klasik
- James Braid (1795–1860) – Bapak Hipnosis Modern
- Charcot (1825–1893): Hipnosis di Rumah Sakit Saraf
- Sekolah Nancy – Hipnosis sebagai Fenomena Psikologis
- Sigmund Freud dan Hipnosis Klasik Psikoanalitik
- Transisi Menuju Hipnosis Modern
-
Sejarah Hipnosis Modern
- James Braid (1795–1860) Pencetus Istilah “Hipnosis”
- Jean-Martin Charcot (1825–1893) Tokoh Neurologi Prancis
- Hippolyte Bernheim (1840–1919) dan Sekolah Nancy
- Clark L. Hull (1884–1952) Psikolog Eksperimental Amerika
- Milton H. Erickson (1901–1980)
- Ernest Hilgard (1904–2001)
- Joseph Barber, David Spiegel, Dabney Ewin, & Tokoh Kontemporer Lainnya
-
Perkembangan Hipnoterapi Kontemporer
-
Mitos dan Fakta Hipnosis
- Penjabaran Konseptual: Sumber Mitos dan Kerangka Ilmiah
- Mitos dan Fakta Hipnosis
- Perbedaan Hipnosis dan Tidur
- Perbedaan Hipnosis dan Meditasi
- Etika Hipnoterapi
- Kode Etik Hypnotherapist
- Legalitas Hypnoterapi
STRUKTUR PIKIRAN & MEKANISME KERJA
-
Pikiran Sadar
-
Pikiran Bawah Sadar
-
Pikiran Tidak Sadar
-
Struktur Pikiran Sadar dan Bawah Sadar
- Pikiran Sadar (Conscious Mind)
- Pikiran Bawah Sadar (Subconscious Mind)
- Hubungan Antara Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar
- Cara Hipnosis Bekerja pada Struktur Pikiran
-
Struktur Pikiran — Critical Factor dan Superconscious Mind
- Critical Factor (Faktor Kritis)
- Superconscious Mind (Pikiran Super Sadar)
- Hubungan Antara Ketiga Lapisan Pikiran
- Gelombang Otak dan Akses ke Lapisan Pikiran
-
Struktur Pikiran dalam Gelombang Otak & Proses Akses Hipnosis (Beta – Alpha – Theta – Delta)
-
Sifat & Fungsi Pikiran Bawah Sadar
- Pengertian Pikiran Bawah Sadar
- Perbedaan Pikiran Sadar dan Bawah Sadar
- Sifat Pikiran Bawah Sadar
- Fungsi Pikiran Bawah Sadar
-
Hukum Pikiran Bawah Sadar
- Hukum Dominasi Pikiran Kuat (Law of Dominant Effect)
- Hukum Perlawanan Terhadap Pemaksaan (Law of Reversed Effort)
- Hukum Pengulangan (Law of Repetition)
- Hukum Pengganti (Law of Substitution)
- Hukum Asosiasi (Law of Association)
- Hukum Fokus (Law of Concentrated Attention)
- Hukum Pengharapan (Law of Expectation)
- Hukum Keseimbangan (Law of Homeostasis)
-
Critical Factor / Filter Mental
- Fungsi Utama Critical Factor
- Karakteristik Critical Factor / Mental Filter
- Perkembangan Critical Factor Sepanjang Rentang Kehidupan
- Critical Factor dan Sugestibilitas
- Fungsi Adaptif dan Disfungsional Critical Factor
- Critical Factor dalam Proses Hipnosis
- Strategi Komunikasi untuk Mengurangi Resistensi Critical Factor
-
Hukum – Hukum Pikiran
- Mengapa “Hukum Pikiran” Penting dalam Hypnosis
- Konsep Dasar: Apa yang Dimaksud “Hukum-Hukum Pikiran”
- Klasifikasi Hukum-Hukum Pikiran
-
Memory Storage System
-
Mekanisme Persepsi & Interpretasi Internal
-
Mental Model dan Keyakinan
-
Komunikasi Verbal & Non Verbal Dalam Hypnosis
-
Self-Talk & Automatic Thought
- Definisi Self-Talk
- Definisi Automatic Thought
- Hubungan Self-Talk, Automatic Thought, dan Sistem Pikiran
- Karakteristik Self-Talk dan Automatic Thought
- Jenis-Jenis Self-Talk
- Jenis-Jenis Automatic Thoughts (Distorsi Kognitif)
- Self-Talk, Automatic Thought, dan Hipnosis
SISTEM SARAF & GELOMBANG OTAK
-
Sistem Saraf Pusat
- Konsep Sistem Saraf Pusat
- Struktur Utama Otak dalam Sistem Saraf Pusat
- Sumsum Tulang Belakang (Spinal Cord / Medulla Spinalis)
- Hubungan Sistem Saraf Pusat dengan Keadaan Trance dalam Hypnosis
-
Sistem Saraf Otonom
- Definisi Sistem Saraf Otonom
- Divisi Utama Sistem Saraf Otonom
- Sistem Saraf Simpatis (SNS)
- Sistem Saraf Parasimpatis (PSNS)
- Sistem Enterik (ENS)
- Perbedaan Simpatis dan Parasimpatis
- Dominansi Sistem Saraf dalam Hipnosis
-
Saraf Simpatis
- Definisi Sistem Saraf Simpatis
- Struktur Neurobiologis Sistem Saraf Simpatis
- Fungsi Utama Sistem Saraf Simpatis
- Peran Sistem Saraf Simpatis dalam Hipnosis
- Penyebab Aktivasi Simpatis Berlebih pada Klien Hipnoterapi
- Teknik Mengurangi Aktivasi Simpatis Dalam Sesi Hipnosis
-
Saraf Parasimpatis
- Saraf Parasimpatis dalam Perspektif Hypnosis
- Saraf Parasimpatis secara Sistematis
- Fungsi Fisiologis Utama: “Rest and Digest”
- Saraf Parasimpatis, Stres, dan Emosi
- Saraf Parasimpatis, Relaxation Response, dan Trance Hypnosis
-
Hubungan Saraf Otonom dan Trance
-
Pengertian Gelombang Otak
- Apa Itu Gelombang Otak dalam Konteks Hipnosis?
- Klasifikasi Utama Gelombang Otak
- Pengertian dan Gambaran Setiap Jenis Gelombang Otak
-
Gelombang Otak Gamma
- Definisi & Konsep Dasar Gelombang Gamma
- Tingkatan Gelombang Gamma
- Gamma Rendah (± 30–45 Hz)
- Gamma Menengah (± 45–70 Hz)
- Gamma Tinggi (± 70–100 Hz)
- High-Gamma Ekstrem (>100 Hz)
- Aplikasi Terapeutik Gelombang Gamma dalam Kerangka Hipnosis
-
Gelombang Otak Beta
- Gelombang Beta
- Pembagian Tingkatan Gelombang Beta
- Ciri-Ciri Mental/Psikologis Tiap Tingkatan
- Ciri-Ciri Tubuh (Tanda Fisiologis) Tiap Tingkatan
- Fenomena: Bagaimana Tubuh/Otak
- Dampak Fungsional Tiap Tingkatan
- Pengukuran dan Alat
- Risiko dan Kehati-hatian
- Tambahan
- Aspek Neurologis dan Neurofisiologi Gelombang Beta
- Hubungan Gelombang Beta dengan Gelombang Otak Lain
- Hubungan Gelombang Beta dengan Kepribadian dan Gaya Kognitif
- Hubungan Gelombang Beta dengan Kondisi Psikologis & Klinis
- Fenomena Psikofisiologis Saat Transisi antar Level Beta
- Strategi Manajemen Gelombang Beta untuk Keseimbangan Mental
-
Gelombang Otak Alfa
- Apa Itu Gelombang Otak Alfa
- Fungsi dan Peran Gelombang Alfa
- Pembagian Tingkatan Gelombang Alfa
- Ciri-Ciri Mental dan Fisik di Tiap Tingkatan
- Fenomena Tubuh Saat Masuk ke Gelombang Alfa
- Cara Masuk ke Gelombang Alfa
- Manfaat Kondisi Gelombang Alfa
- Kesalahan Umum dalam Latihan Alfa
- Indikator Seseorang Telah Berada di Gelombang Alfa
- Hubungan Gelombang Alfa dengan Hipnosis
-
Gelombang Otak Theta
- Ringkasan Singkat
- Definisi dan Fakta Dasar
- Pembagian Tingkatan
- Catatan Tambahan — Theta Patologis
- Fenomena Tubuh & Pengalaman Subjektif Saat Memasuki Masing Tingkatan
- Mengapa Theta Penting dalam Hipnosis (Fungsi Terapeutik)
- Cara Mendeteksi Theta Selama Sesi
- Latihan & Protokol Praktis untuk Membantu Klien Masuk ke Theta
- Teknik Bahasa & Sugesti Efektif pada Kondisi Theta
-
Gelombang Otak Delta
- Pengertian Umum Gelombang Otak Delta
- Pembagian Tingkatan Gelombang Delta dalam Hipnosis
- Ciri-Ciri Tubuh saat Memasuki Delta
- Fenomena Psikologis Saat Delta
- Manfaat Terapeutik Keadaan Delta
-
Gelombang Otak Ultra High
- Pengantar Umum
- Apa Itu Gelombang Otak Ultra High?
- Pembagian Tingkatan Gelombang Ultra High dalam Hipnosis
- Ciri-Ciri dan Fenomena Tiap Tingkatan
- Fenomena Fisiologis Saat Otak Masuk Gelombang Ultra High
- Fungsi dan Manfaat Gelombang Ultra High
- Penerapan dalam Hipnoterapi
-
Hubungan Gelombang Otak dan Kedalaman Trance
- Pendahuluan
- Konsep Dasar: Gelombang Otak dan Trance
- Hubungan Konseptual: Gelombang Otak ↔ Kedalaman Trance
- Contoh Situasi Nyata Setiap Rentang dan Kedalaman Trance
- Tabel Ringkas: Gelombang Otak, Kedalaman Trance, dan Aplikasi Terapeutik
- Keuntungan dan Keterbatasan (Risiko) Setiap Zona
-
Tentang Otak dan Hypnosis
- Struktur Otak yang Berperan dalam Hipnosis
- Gelombang Otak dan Kondisi Trance
- Sistem Saraf Otonom dan Respons Hipnotik
- Mekanisme Otak Saat Menerima Sugesti
-
Keterhubungan Telinga dan Otak
- Ringkasan Singkat
- Pengetahuan Dasar: Telinga — Otak — Jalur Auditori
- Apa Itu “Memori Auditori”? (Jenis & Kapasitas)
- Struktur/Pola Kerja Antara Telinga dan Otak
- Perbandingan “Kapasitas Memori” Telinga Kanan vs Telinga Kiri
- Contoh Konkret untuk Memperjelas
- Apakah Hipnoterapi Harus Menggunakan Telinga Kiri
KONSEP KEADAAN TRANCE DAN MEKANISME HIPNOSIS
-
Apa Itu Trance
- Definisi Trance
- Karakteristik Umum Trance
- Trance Sebagai Fenomena Alami
- Gelombang Otak dalam Kondisi Trance
- Tingkatan Kedalaman Trance
- Perbedaan Trance dan Tidur
- Tujuan dan Fungsi Trance dalam Hipnoterapi
-
Kenapa Trance
- Pengertian Trance dalam Hipnosis
- Tujuan Masuk ke Dalam Trance
- Fungsi Trance dalam Hipnoterapi
- Trance sebagai Jembatan antara Pikiran Sadar dan Bawah Sadar
- Kondisi Neurofisiologis dalam Trance
- Trance sebagai Kondisi Belajar dan Penyembuhan Alami
-
Level-Level Kedalaman Trance
- Pendahuluan
- Konsep Dasar Kedalaman Trance
- Model Praktis Level-Level Kedalaman Trance
- Deskripsi Lengkap Tiap Level Kedalaman Trance
- Contoh-Contoh Penerapan Level Trance dalam Praktik
- Tabel Ringkasan Level-Level Kedalaman Trance
- Keuntungan dan Kerugian Global Mencapai Trance Sangat Dalam
-
Hypnotic Depth Scale Davis-Husband
- Pendahuluan
- Elaborasi Konseptual: Apa itu Hypnotic Depth Scale Davis?
- Level-Level Hypnotic Depth Scale Davis
- Tabel Ringkasan Level Hypnotic Depth Scale Davis
- Penjelasan Mendalam Tiap Level
- Kegunaan Hypnotic Depth Scale Davis
- Keuntungan & Kerugian Menggunakan Davis Scale
- Contoh Penerapan dalam Sesi
-
Hypnotic Depth Scale Stanford
- Pendahuluan
- Dasar Teoretis Stanford Hypnotic Susceptibility Scale (SHSS)
- Rangkuman Praktis Item Stanford (Form C)
- Hypnotic Depth Scale Stanford (Level 0–4)
- Penjelasan Detail Tiap Level
- Kegunaan Praktis Hypnotic Depth Scale Stanford dalam Pelatihan & Klinik
- Tabel Ringkas: Level, Fenomena, Gelombang Otak
-
Hypnotic Depth Scale Harry Arons
- Pendahuluan
- Gambaran Umum Hypnotic Depth Scale Arons
- Landasan Neurofisiologis: Gelombang Otak dan Kedalaman Hipnosis
- Penjabaran Lengkap Tiap Level Hypnotic Depth Scale Arons
- Tabel Ringkasan Hypnotic Depth Scale Arons
- Keuntungan & Keterbatasan Menggunakan Skala Arons
- Aplikasi Praktis Skala Arons bagi Hipnoterapis
-
Tanda-Tanda Fisik Trance
- Mengapa Tanda Fisik Trance Penting?
- Penjabaran Konseptual
- Kategori Utama Tanda Fisik Trance
- Tanda-Tanda Fisik Trance: Penjabaran Detail dan Contoh
- Contoh-Contoh Praktis
- Tabel Ringkas Tanda-Tanda Fisik Trance
-
Tanda-Tanda Psikologis Trance
- Fokus Internal yang Mendalam
- Perubahan Persepsi Waktu
- Meningkatnya Sugestibilitas Kognitif
- Perubahan Pola Berpikir
- Internalisasi Sugesti
- Penurunan Dialog Internal
- Emosi Halus yang Mengalir
- Akses Memori Mendalam
- Detasemen Psikologis
- Peningkatan Imajinasi dan Representasi Internal
-
Ideomotor Response
- Pendahuluan
- Definisi dan Konsep Dasar Ideomotor Response
- Mekanisme Psikologis dan Neurofisiologis
- Contoh-Contoh Ideomotor Response
- Level-Level Ideomotor Response dalam Hipnosis
- Kegunaan Klinis Utama Ideomotor Response
- Keuntungan dan Kerugian Ideomotor Response
- Ideomotor Response dan Gelombang Otak
-
Catalepsy
- Pendahuluan
- Definisi dan Gambaran Umum Catalepsy
- Dasar Teoretis Catalepsy dalam Hipnosis
- Jenis-Jenis Catalepsy dalam Praktik Hipnosis
- Fungsi Klinis dan Edukatif Catalepsy
- Mekanisme Terbentuknya Catalepsy
- Langkah-Langkah Umum Menciptakan Catalepsy
- Contoh-Contoh Penerapan Catalepsy dalam Praktik
- Tabel Ringkasan Catalepsy dalam Hipnosis
- Keamanan, Kontraindikasi, dan Etika Catalepsy
- Diferensial: Catalepsy Hipnotik vs Kondisi Lain
- Integrasi Catalepsy dalam Pendekatan Ericksonian & Kontemporer
-
Amnesia Hipnotik
- Pendahuluan
- Konsep Dasar Amnesia Hipnotik
- Mekanisme Psikologis dan Neuropsikologis
- Level-Level Amnesia Hipnotik
- Ciri Fisik dan Mental Tiap Level
- Fenomena Tiap Level
- Kegunaan Tiap Level dalam Praktik
- Keuntungan dan Kerugian Amnesia Hipnotik Secara Umum
- Amnesia Hipnotik dan Gelombang Otak
- Contoh Bentuk Sugesti Amnesia Hipnotik
- Tabel Ringkasan Level Amnesia Hipnotik
-
Hallucination Positif dan Negatif
- Pendahuluan
- Definisi Konseptual
- Modalitas Halusinasi dalam Hipnosis
- Level-Level Hallucination: Positive & Negative
- Tabel Ringkasan Level Hallucination dalam Hipnosis
- Kegunaan, Keuntungan, dan Kerugian Positive & Negative Hallucination
- Contoh-Contoh Aplikasi Praktis dalam Sesi Hipnosis
- Aplikasi Praktis untuk Pelatihan Hipnosis
-
Somnambulism
- Pendahuluan
- Definisi Somnambulism dalam Hipnosis
- Posisi Somnambulism dalam Skala Kedalaman Trance
- Gelombang Otak pada Somnambulism
- Level-Level Somnambulism
- Somnambulism Level 1 – Ringan
- Somnambulism Level 2 – Sedang
- Somnambulism Level 3 – Dalam
- Tabel Ringkasan Level Somnambulism
- Contoh Strategi Praktis Mencapai Somnambulism
-
Otoritas dalam Hipnosis
- Pengertian Otoritas dalam Hipnosis
- Proses Terjadinya Otoritas dalam Hipnosis
- Jenis-Jenis Otoritas dalam Hipnosis
- Faktor-Faktor yang Memengaruhi Efektivitas Otoritas
-
Membangun dan Memelihara Otoritas dalam Sesi Hipnosis
- Landasan Psikologis dalam Membangun Otoritas
- Prinsip Dasar dalam Membangun Otoritas
- Teknik Praktis untuk Membangun Otoritas
- Memelihara Otoritas Selama Sesi
- Otoritas Emosional Ibu dalam Ericksonian Hypnosis
-
Prinsip Komunikasi Bawah Sadar dan Sugesti
- Prinsip Dasar Komunikasi Bawah Sadar
- Prinsip Dasar Sugesti
- Jenis-Jenis Sugesti dalam Hipnosis
- Mekanisme Kerja Sugesti di Bawah Sadar
-
Teknik Penyampaian Sugesti Verbal dan Non Verbal
- Teknik Penyampaian Verbal
- Teknik Penyampaian Nonverbal
- Struktur Penyampaian Sugesti Efektif
- Contoh Praktis Penyampaian Sugesti
- Teknik Memperkuat Sugesti
-
Struktur dan Tahapan Membangun Sugesti Terapeutik
- Tahapan Struktur Sugesti Terapeutik
- Tahap 1 – Orientasi dan Penerimaan
- Tahap 2 – Relaksasi dan Penurunan Aktivitas Sadar
- Tahap 3 – Penguatan Keadaan Trance
- Tahap 4 – Penyampaian Sugesti Ringan
- Tahap 5 – Penyampaian Sugesti Inti
- Tahap 6 – Penguatan dan Integrasi
SUGESTIBILITAS & MODALITAS
-
Sugestibilitas: Definisi
- Pengantar
- Definisi Sugestibilitas: Penjabaran
- Contoh-Contoh Konkret Sugestibilitas dalam Kehidupan Sehari-Hari
- Tabel – Perbandingan Konsep Terkait Sugestibilitas
- Aplikasi Praktis Pemahaman Definisi Sugestibilitas bagi Hipnoterapis
- Contoh-Contoh Kasus Singkat
-
Tipe-Tipe Sugestibilitas
- Pengantar
- Kerangka Umum Tipe Sugestibilitas
- Tipe Sugestibilitas Berdasarkan Kedalaman & Intensitas Respon
- Tipe Sugestibilitas Berdasarkan Cara Berpikir & Proses Kognitif
- Tipe Sugestibilitas Berdasarkan Modalitas Dominan
- Tipe Sugestibilitas Berdasarkan Sumber Otoritas
- Tipe Sugestibilitas Berdasarkan Respons terhadap Gaya Bahasa Sugesti
- Tipe Sugestibilitas Berdasarkan Orientasi Emosi & Kognisi
- Integrasi Multi-Dimensi: Kombinasi Tipe pada Klien Nyata
- Tabel Ringkasan Tipe-Tipe Sugestibilitas
- Aplikasi Praktis dalam Sesi Hipnosis
-
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sugestibilitas
- Mengapa Sugestibilitas Berbeda pada Setiap Orang?
- Kategori Faktor yang Mempengaruhi Sugestibilitas
- Faktor-Faktor Utama yang Mempengaruhi Sugestibilitas
- Contoh-Contoh Kasus: Kombinasi Faktor dalam Praktik
- Tabel: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sugestibilitas
-
Tes Sugestibilitas
- Pendahuluan
- Penjelasan Lengkap tentang Tes Sugestibilitas
- Tujuan Tes Sugestibilitas
- Ciri-Ciri Fisik dan Mental pada Tes Sugestibilitas
- Fenomena yang Dapat Muncul dalam Tes Sugestibilitas
- Jenis-Jenis Tes Sugestibilitas
- Kegunaan Tes Sugestibilitas
- Keuntungan dan Kerugian Tes Sugestibilitas
- Gelombang Otak pada Tes Sugestibilitas
- Contoh-Contoh Praktis Tambahan
-
Gaya Belajar Visual
- Pendahuluan
- Konsep Dasar Gaya Belajar Visual
- Mekanisme Psikologis & Neurokognitif Gaya Belajar Visual
- Ciri-Ciri Individu dengan Preferensi Belajar Visual
- Contoh Konkret Perilaku Gaya Belajar Visual
- Tabel Ringkasan Gaya Belajar Visual
- Penerapan dalam Hipnosis & Hipnoterapi
- Kelebihan & Keterbatasan Pendekatan Berbasis Gaya Belajar Visual
- Rekomendasi Praktis untuk Trainer Hipnosis & Konselor
- Contoh Aplikasi: Desain Sesi Hipnosis untuk Klien Berpreferensi Visual
-
Gaya Belajar Auditori
- Pendahuluan
- Konsep Dasar Gaya Belajar Auditori
- Karakteristik Kognitif dan Psikologis Pembelajar Auditori
- Ciri-Ciri Perilaku Gaya Belajar Auditori
- Strategi Komunikasi dan Bahasa Hipnotik untuk Gaya Auditori
- Contoh Penerapan dalam Sesi Hipnoterapi
- Adaptasi dalam Setting Pelatihan
- Tabel Ringkasan Gaya Belajar Auditori dalam Hipnosis
-
Gaya Belajar Kinestetik
- Pendahuluan
- Konsep Dasar Gaya Belajar Kinestetik
- Karakteristik Individu dengan Gaya Belajar Kinestetik
- Gaya Belajar Kinestetik dalam Konteks Hipnosis
- Contoh Bahasa dan Teknik untuk Gaya Belajar Kinestetik
- Tabel Ringkas: Ciri dan Strategi untuk Gaya Belajar Kinestetik
- Aplikasi Praktis dalam Desain Sesi Hipnosis
-
Perbedaan Modalitas dan Submodalitas
-
Modalitas Visual
- Pendahuluan
- Konsep Dasar Modalitas Visual
- Ciri-Ciri Individu dengan Dominansi Visual
- Ciri Fisik dan Nonverbal Klien Visual dalam Konteks Hypnosis
- Modalitas Visual dalam Struktur Pengalaman
- Implikasi Modalitas Visual dalam Praktik Hypnosis
- Contoh Bahasa Sugesti untuk Klien Visual
- Tabel 1 – Perbandingan Singkat Modalitas
- Aplikasi Praktis untuk Hypnotherapist
-
Modalitas Auditori
- Pendahuluan
- Konsep Dasar Modalitas Auditori
- Ciri-Ciri Klien dengan Kecenderungan Auditori
- Variasi Modalitas Auditori
- Implikasi Modalitas Auditori dalam Proses Hypnosis
- Contoh Bahasa dan Kalimat untuk Modalitas Auditori
- Tabel Ringkasan Modalitas Auditori untuk Praktik Hypnosis
- Aplikasi Klinis Modalitas Auditori dalam Hypnotherapy
- Kesalahan Umum dan Batasan Konsep Modalitas Auditori
-
Modalitas Kinestetik
- Pendahuluan
- Definisi dan Landasan Konseptual Modalitas Kinestetik
- Karakteristik Kognitif dan Afektif Klien Kinestetik
- Indikator Perilaku dan Bahasa Modalitas Kinestetik
- Implikasi Modalitas Kinestetik terhadap Desain Intervensi Hypnosis
- Contoh Bahasa dan Skrip Sugesti Kinestetik
- Tabel Ringkasan Modalitas Kinestetik dalam Hypnosis
- Aplikasi Praktis dalam Sesi Hypnosis untuk Klien Kinestetik
- Kesalahan Umum dan Hal yang Perlu Diwaspadai
-
Submodalitas Visual
- Pendahuluan
- Definisi Submodalitas Visual
- Dimensi-Dimensi Utama Submodalitas Visual
- Mekanisme Kerja Submodalitas Visual dalam Pikiran
- Contoh-Contoh Klinis Submodalitas Visual
- Tabel Ringkasan Dimensi Submodalitas Visual
- Aplikasi Praktis Submodalitas Visual dalam Hipnosis & Hipnoterapi
-
Submodalitas Auditori
- Pendahuluan
- Konsep Dasar Submodalitas Auditori
- Dimensi-Dimensi Utama Submodalitas Auditori
- Fungsi Submodalitas Auditori dalam Proses Psikologis
- Peta Submodalitas Auditori: Internal vs Eksternal
- Contoh-Contoh Klinis Submodalitas Auditori
- Tabel-Tabel Submodalitas Auditori
- Aplikasi Praktis Submodalitas Auditori dalam Hipnosis
- Contoh Kalimat Hipnosis yang Memanfaatkan Submodalitas Auditori
- Kesalahan Umum dalam Penggunaan Submodalitas Auditori
-
Submodalitas Kinestetik
- Pendahuluan
- Penjabaran Konsep Submodalitas Kinestetik
- Ciri-Ciri Individu Kinestetik
- Contoh-Contoh Submodalitas Kinestetik
- Tabel Submodalitas Kinestetik
- Aplikasi Submodalitas Kinestetik dalam Hipnosis
- Contoh Script Pendek Hipnosis Berbasis Kinestetik
-
Modalitas Dominan Klien
- Pendahuluan
- Landasan Teoretis Modalitas Dominan
- Kategori Modalitas Dominan Klien
- Penilaian Modalitas Dominan Klien
- Implikasi Modalitas Dominan dalam Praktik Hipnoterapi
- Contoh Klinis Singkat
- Tabel Ringkasan Modalitas Dominan Klien
- Aplikasi Praktis dalam Sesi Hipnoterapi
LANDASAN TERAPEUTIK DAN PRAKTIK DASAR
-
Urutan / Susunan Proses Terapi Hipnoterapi
- Elaborasi Konsep: Mengapa Urutan Terapi Penting
- Urutan / Susunan Proses Terapi dari Awal sampai Akhir
- Contoh Alur Terapi Versi Sederhana
- Tabel Ringkasan Urutan Terapi
- Aplikasi Klinis
-
Pre Talk
- Apa itu Pre-Talk?
- Mengapa Pre-Talk Penting?
- Kondisi Psikologis Klien saat Pre-Talk
- Penjabaran Teknis Pre-Talk (Langkah demi Langkah)
-
Induksi
-
Deepening
- Pendahuluan
- Definisi Deepening
- Fungsi Utama Deepening
- Prinsip-Prinsip Dasar Deepening
- Nama-Nama Deepening yang Umum Digunakan
- Aplikasi
-
Trans Level Test
- Pengertian Trans Level Test
- Prinsip Dasar Trans Level Test
-
Therapeutik
- Definisi Therapeutik
- Tujuan Umum Therapeutik
- Kapan Therapeutik Digunakan dalam Hipnosis
- Daftar Nama-Nama Therapeutik
-
Sugesti
- Pendahuluan
- Apa Itu Sugesti?
- Penjabaran Teknis: Bentuk-Bentuk Sugesti
- Contoh-Contoh Sugesti yang Mudah Dipahami
- Tabel Ringkas Kategori Sugesti
- Aplikasi Klinis Sugesti dalam Hipnosis
-
Anchor
- Pendahuluan
- Apa Itu Anchor?
- Penjabaran Teknis
- Contoh-Contoh Anchor dalam Kehidupan Sehari-Hari
- Tabel Ringkas Komponen Anchor
-
Grounding
- Pendahuluan
- Definisi Grounding
- Tujuan Grounding
- Prinsip Kerja Grounding
- Contoh Teknik Grounding Sederhana
- Ciri-Ciri Klien Sudah Grounded dengan Baik
-
Terminasi
- Pendahuluan
- Definisi Terminasi
- Mengapa Terminasi Sangat Penting?
- Prinsip-Prinsip Dasar Terminasi
Kata-Kata dan Bahasa Yang Sering Dipakai di Hypnosis
Materi yang Anda pelajari
Sertifikat yang diperoleh
Free Reseat
Free Consul
Investasi Anda hari ini
1 dari 3 orang butuh terapi, tapi hanya 1% yang jadi terapis
Stres, Depresi, Trauma, dan Putus asa meningkat drastis.
Anda yang dicari jutaan orang untuk solusi mental mereka.
HIPNOTERAPI
Dengan teknik ini, kamu bisa bantu orang atasi masalah mental dalam hitungan sesi, dan
fee-nya?
Mulai dari 500 ribu sampai 5 juta per sesi!
Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life
Fundamental
Hypnosis Training
1 dari 3 orang Indonesia mengalami masalah mental.
Mereka kesulitan mencari terapis yang tepat dan terjangkau.
Inilah peluang EMAS untuk Anda! Dengan menguasai hipnoterapi, Anda membantu
orang lain, tapi juga membangun karier yang sangat menguntungkan.
Tenaga Ahli
Tenaga ahli kami yang berdedikasi
Hermawan Andrianto, S. E., CHt (IACT-USA)., CI.
Founder, Coach & CEO
Welly Hendra CHt (IACT-USA)., CI.
Director
Kanjeng Mami Wina Ayu
Master Trainer BNSP, Psikotherapist , Marriage Consellor, Hipnotheraphist & Activator Awareness.
Aditya Lesmana CHt., CI:
Instruktur & Asessor Kompetensi BNSP.
