0851 8777 7100

Surabaya, Jawa Timur

Intermediate
Hypnotheraphy

Temukan rahasia kekuatan pikiran bawah sadar Anda, dan bagaimana cara mengoptimalkannya.

Anxiety

Kecemasan

Confidence

Percaya Diri

Habits

Kebiasaan

Academy Hypnosis Indonesia

Intermediate Hypnotheraphy

Selamat datang di kelas Intermediate Hypnotheraphy.
Dalam pembelajaran selama 300 jam ini, kita akan menjelajahi salah satu fenomena pikiran manusia yang paling menarik sekaligus sering disalahpahami.
Hipnosis bukan tentang sihir atau kendali pikiran, melainkan tentang memahami bagaimana kesadaran bekerja, bagaimana sugesti dapat membentuk persepsi, dan bagaimana kita dapat memanfaatkan kekuatan pikiran bawah sadar untuk transformasi positif.
Mari kita buka pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang potensi luar biasa yang tersimpan dalam diri setiap manusia.

SCIENTIFIC HYPNOSIS

  1. Definisi Scientific Hypnosis

  2. Aspek Neurofisiologis Hipnosis

  3. Aspek Psikologis dan Kognitif

  4. Gelombang Otak dan Kondisi Hipnosis

  5. Metodologi Penelitian Scientific Hypnosis

  6. Kontribusi Tokoh dan Penelitian Penting

  7. Aplikasi Scientific Hypnosis

  8. Neurosains Hipnosis dan Mekanisme Otak Saat Trance

    • Perubahan Aktivitas Otak saat Trance
    • Model Neurosains Hipnosis (David Spiegel, Stanford University)
    • Mekanisme Neurobiologis Sugesti
    • Neuropsikologi Kondisi Somnambulism
    • Hipnosis, Neurotransmitter, dan Sistem Saraf
    • Integrasi Otak Kiri dan Kanan dalam Trance

INDUKSI

  1. Spiegel Method: Eye-Roll Induction

  2. Induksi Moving Awareness

  3. George Bien style induction

  4. “Utilizing Loss of Equilibrium”

  5. Physical Induction

  6. Verbal Involvement Induction

  7. B. J. Hartman Induction

  8. Guided Imagery (Induksi Guided Imagery)

  9. HERMAWAN INDUCTION – Eye Meridian Relaxation

  10. The (Dr.) Flowers Method / Flowers Induction

  11. Induksi Eye Fixation (Teknik Fokus Mata)

  12. Seven plus or minus two

  13. Dave Elman Induction

  14. Blackboard Induction

  15. Progressive Muscle Relaxation (PMR)

  16. Rapid Arm Drop Induction

  17. Guided Breathing

DEEPENING

  1. The Number (deepening)

  2. The Hallwa

  3. The Ball of Light

  4. The Elevator

  5. The Stairway

  6. The Private Place (Deepening)

  7. Fractional Deepening

  8. Silent Period (Deepening)

  9. River Flow Deepening

  10. Breathwork terapeutik

  11. Rapid Arm Drop (deepening)

  12. Shoulder Press (Tekanan Bahu)

  13. Homoaction — Deepening

  14. Deepening — Misdirection

  15. Deepening Fractionation

  16. Ideomotor Suggestions (Sugesti Ideomotor)

  17. Placebo Deepening

  18. Hermawan Deepening

REVIVIFICATION vs HYPERMNESIA

  1. Definisi Revivification

  2. Definisi Hypermnesia

  3. Perbedaan Utama Revivification dan Hypermnesia

  4. Hubungan Revivification dan Hypermnesia dalam Hipnoterapi

  5. Teknik praktis melakukan revivification dan hypermnesia

    • Prinsip Umum Keamanan Akses Memori
    • Tahapan Teknis Revivification
    • Tahapan Teknis Hypermnesia
    • Bahasa Sugesti Khas untuk Masing-Masing
    • Mengelola Intensitas Emosi
    • Protokol Stabilisasi Pasca Sesi

ABREAKSI DAN KATARSIS

  1. ABREAKSI DAN KATARSIS

  2. Pengertian Katarsis

  3. Perbedaan Abreaksi dan Katarsis

  4. Mengapa Abreaksi Terjadi

  5. Cara Menangani Abreaksi

  6. Cara Mengarahkan ke Katarsis

  7. Protokol 5 langkah mengatasi abreaksi secara aman & profesional

    • Langkah 1 — stabilitas diri terapis
    • Langkah 2 — validasi dan penerimaan emosi
    • Langkah 3 — grounding dan penyadaran temporal
    • Langkah 4 — integrasi dan reframing
    • Langkah 5 — katarsis dan penutupan emosional
  8. 4 jenis abreaksi

    • Abreaksi Emosional (Emotional Abreaction)
    • Abreaksi Kognitif (Cognitive Abreaction)
    • Abreaksi Fisik (Somatic Abreaction)
    • Abreaksi Non-Emosional (Silent or Neutral Abreaction)
  9. 3 cara menangani abreaksi

    • Pendekatan Ventilasi dan Validasi
    • Pendekatan Grounding dan Reorientasi Realitas
    • Pendekatan Reframe dan Integrasi Makna
  10. Prosedur langkah demi langkah menangani abreaksi berat

    • Tetap Tenang dan Mempertahankan Kehadiran (Therapeutic Presence)
    • Menstabilkan Respons Fisik dan Pernafasan Klien
    • Melakukan Grounding dan Orientasi Realitas Bertahap
    • Validasi dan Peneguhan Rasa Aman Emosional
    • Integrasi dan Penutupan Aman

THERAPEUTIK

  1. Brief therapy

  2. Inner child therapy

  3. Time line therapy (tlt)

  4. Inner father hypnosis

  5. Heart techniques therapy

  6. Uncovering techniques therapy

    • Uncovering techniques therapy (affect bridge & healing integration)
    • Uncovering techniques therapy – reimprinting & transformation
  7. Inner child reconnection

  8. Pot mental therapy

  9. Ego state therapy

  10. Inner healer activation hypnosis

    • Inner healer reprogramming hypnosis
    • Inner healer integration hypnosis
    • Inner healer transcendence hypnosis
  11. Guided imagery therapy

  12. Resources therapy

  13. Introject therapy

  14. Wisdom therapy

  15. Secondary gain therapy

  16. Personality part retrieval therapy

  17. Outcome-based therapy (obt)

  18. Dissociation therapy

  19. Desensitization therapy

  20. The empowerment symbol therapy

  21. The circle of excellence therapy

  22. Acceptance and commitment therapy (act)

  23. Ideo sensory & motor signal therapy

  24. Inner child work therapy

  25. Widem therapy

  26. Somatic experiencing (se)

  27. Thought dissociation hypnosis

  28. Pray scale chair therapy

  29. Chair therapy & scaling therapy

  30. Association therapy (terapi asosiasi)

  31. Peace pain therapy

  32. Perceptual position therapy (ppt)

  33. Metaphora defusi emosional therapy (mdet)

  34. Hypno-cbt “change” method

  35. Hypno-cbt consequence

  36. Hypno-cbt verifikasi realitas

  37. Ego state unlocking therapy

  38. Ego state integration therapy

  39. Ego state by tote model

  40. Ego state reconciliation technique

  41. Somatic core wound transformation

  42. Perceptual position technique

  43. Time Line Therapy: Milestone and End Goal Time line (Kedepan)

  44. Time line therapy: empowering resources (masa lalu ke masa kini)

  45. Time line therapy: timetrap exercis

  46. Score model hypnosis

  47. Optimized suggestion approach (osa)

  48. Empty chair therapy

  49. Unconscious exploration & ideomotor signaling

  50. Unconscious exploration — hypnoprojective techniques

  51. Ideoaffektif (ideoaffective technique)

  52. Metode ideokognitif

  53. Ideo + the seven psychodynamics

  54. Ideo-dynamic focusing method

  55. Brief therapy – scaling technique

  56. Brief therapy: exceptions technique

  57. Brief therapy: problem-free talk / coping TECHNIQUE

  58. Brief therapy – miracle question technique

  59. Brief therapy – flagging question technique

  60. Subconscious reprogramming

  61. Systematic desensitization hypnosis

  62. Memory reorientation technique

  63. Post-trauma empowerment

  64. Emotional decompression hypnosis

  65. Forgiveness integration hypnosis

  66. Emotional decompression hypnosis

  67. Submodality therapy

  68. Rapid emotional release hypnosis (rerh)

  69. Visual squash

  70. Parts integration

  71. Timeline alignment

  72. Affect bridge

  73. Hypnotic calm conditioning (neural anchoring therapy)

  74. The arrow technique (teknik anak panah)

  75. Grief therapy (terapi duka)

  76. Inner sanctuary therapy

  77. Hypno-sedation

  78. Fast phobia cure

  79. Meta model

  80. Behavior therapy

  81. Somatic desensitization

  82. Cognitive therapy

  83. Group therapy

  84. Catharsis therapy

  85. Schema therapy

  86. Cognitive behavioral therapy (cbt)

  87. Modeling therapy

  88. Unconscious exploration: the inner adviser techniqu

  89. Mind–body integration therapy

  90. Cellular reprogramming hypnosis

  91. Mind integration therapy (mit)

  92. Belief systems therapy (bst)

  93. Logotherapy

  94. Art therapy

  95. Somatoform therapy

  96. Abreaction therapy

  97. Reparenting therapy

  98. Hypnoanalysis

  99. Persona deconstruction

  100. Forgiveness & release process

  101. Compulsion release hypnosis (crh)

    • Crh untuk dorongan makan berlebihan (emotional/binge eating)
    • Crh untuk dorongan merokok (nicotine compulsion)
    • Crh untuk dorongan emosional (marah, cemas, takut berlebihan)
    • Crh : sexual & emotional attachment release
    • Crh : relationship trauma & energetic cord cutting
  102. Self–energy reconnection hypnosis (s.e.r.h.)

  103. Heart resonance repatterning hypnosis (h.r.r.h.)

  104. Soul harmonic alignment hypnosis (s.h.a.h.)

  105. Eternal conscious field hypnosis (e.c.f.h.)

MEMBERIKAN SUGESTI YANG BENAR

  1. Definisi Sugesti dalam Hipnosis

  2. Struktur Dasar Sugesti yang Benar

  3. Jenis-Jenis Sugesti dalam Hipnosis

  4. Prinsip Psikologis di Balik Sugesti

  5. TEKNIK DAN STRATEGI LANJUTAN DALAM MEMBERIKAN SUGESTI YANG BENAR

    • Faktor-faktor teknis dalam penyampaian sugesti
    • Struktur neurolinguistik dalam sugesti
    • Teknik penyampaian sugesti ericksonian
    • Submodalitas sugesti (penyesuaian dlm pikiran visual, auditori, kinestetik)
    • Sugesti dan gelombang otak
    • Teknik penguatan sugesti
    • Strategi multi-lapis: metaphor + embedded command + fractionation
    • Penyesuaian berdasarkan tipe kognitif klien

10 TERMINASI

  1. Makna dan Fungsi Terminasi

  2. Tujuan Utama Terminasi

  3. Prinsip-Prinsip Umum Terminasi

  4. Bahaya dan Efek Negatif Terminasi yang Salah atau Terlalu Cepat

  5. Contoh Kasus Nyata

  6. Prinsip Terminasi yang Benar

  7. Prinsip Aman Terminasi untuk Semua Klien

  8. Macam-macam terminasi dalam hipnosis

    • Terminasi standar (conventional termination)
    • Terminasi fraksinasi (fractionated termination)
    • Terminasi spontan (natural termination)
    • Terminasi dengan post-hypnotic cue
    • Terminasi dengan countdown
    • Terminasi dengan afirmasi positif
    • Terminasi dengan reorientasi kinestetik
    • Terminasi parsial
    • Terminasi penutupan positif (positive closure)
    • Terminasi darurat

METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS)

  1. Pengertian Metafora Ericksonian

  2. Jenis-Jenis Metafora Ericksonian

  3. Prinsip Penggunaan Metafora Ericksonian

  4. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS) – NATURAL METAPHORS

    • Pengertian Natural Metaphors
    • Fungsi Natural Metaphors dalam Hipnoterapi
    • Prinsip Penggunaan Natural Metaphors (Menurut Erickson)
    • Contoh Natural Metaphors dalam Sesi Hipnoterapi
    • Struktur Pembuatan Natural Metaphor (Langkah Demi Langkah)
  5. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS) – STORY METAPHORS

    • Pengertian Story Metaphors
    • Struktur Umum Story Metaphor Ericksonian
    • Jenis Story Metaphors dalam Hipnosis Ericksonian
    • Fungsi Psikologis Story Metaphors
    • Ciri Bahasa dan Gaya Ericksonian dalam Story Metaphors
  6. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS) – CHANGE METAPHORS

    • Pengertian Change Metaphors
    • Prinsip Dasar Change Metaphors
    • Jenis-Jenis Change Metaphors
    • Struktur Pembuatan Change Metaphor
  7. CHANGE METAPHOR

    • Change metaphor untuk melepaskan masa lalu
    • Change metaphor untuk menemukan arah hidup
    • Change metaphor untuk mengatasi ketakutan
    • Change metaphor untuk menerima diri
    • Change metaphor untuk memulai babak baru kehidupan
  8. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS) – SCREEN METAPHORS

    • Definisi Screen Metaphors
    • Prinsip Dasar Screen Metaphors
    • Struktur dan Langkah-Langkah Screen Metaphor
  9. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS) – TOOL METAPHORS

    • Pengertian Tool Metaphors
    • Ciri-Ciri Tool Metaphors
    • Fungsi Terapeutik Tool Metaphors
    • Contoh Tool Metaphors
    • Prinsip Ericksonian dalam Tool Metaphors
  10. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS) – JOURNEY METAPHORS

    • Pengertian Journey Metaphors
    • Tujuan Penggunaan Journey Metaphors
    • Struktur Umum Journey Metaphors
    • Contoh Journey Metaphor (Naskah Ericksonian)
  11. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS) – PARALLEL REALITIES

    • Makna Dasar Parallel Realities
    • Tujuan Terapeutik
    • Struktur Metafora Parallel Realities
    • Ciri-Ciri Ericksonian dalam Parallel Realities
    • Manfaat Psikoterapis Metafora Ini
  12. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS) – NESTED LOOPS

    • Konsep Dasar Nested Loops
    • Struktur Umum Nested Loops
    • Fungsi Terapeutik Nested Loops
    • Pola Bahasa dalam Nested Loops
    • Prinsip Ericksonian dalam Nested Loops
  13. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS) – MULTIPLE EMBEDDED METAPHORS

    • Pengertian Multiple Embedded Metaphors
    • Tujuan dan Fungsi Terapeutik
    • Struktur Dasar Multiple Embedded Metaphors
    • Pola Ericksonian dalam Multiple Embedded Metaphors
  14. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS) – REPRESENTATIONAL SYSTEM SHIFTS

    • Konsep Representational System Shifts
    • Prinsip Ericksonian dalam Representational Shift
    • Proses Representational Shift dalam Metafora
    • Contoh Aplikasi Metafora Representational System Shift
    • Teknik Metafora untuk Representational System Shift
  15. METAFORA (ERICKSONIAN HYPNOSIS): BLURRING REALITIES

    • Konsep Dasar Blurring Realities
    • Tujuan Terapeutik
    • Cara Menerapkan Teknik Blurring Realities
    • Contoh Metafora Blurring Realities (Contoh Ericksonian)
    • Ciri Bahasa dan Struktur dalam Blurring Realities

STORY TELLING

  1. STORY TELLING

  2. Story telling – transformation story

    • Definisi Transformation Story
    • Struktur Umum Transformation Story
    • Prinsip Hipnoterapi di Balik Transformation Story
    • Contoh Transformation Story untuk Hipnoterapi
    • Ciri-Ciri Cerita Transformasi yang Efektif
    • Aplikasi dalam Sesi Hipnoterapi
  3. Story telling: learning story

    • Pengertian Learning Story
    • Prinsip Dasar Learning Story dalam Hipnosis
  4. STRUKTUR LEARNING STORY

  5. CIRI BAHASA DALAM LEARNING STORY

  6. FUNGSI TERAPEUTIK LEARNING STORY

  7. STORY TELLING – SYMBOLIC STORY

    • Apa Itu Symbolic Story
    • Prinsip-Prinsip Dasar Symbolic Story
    • Fungsi Terapeutik Symbolic Story
    • Struktur Umum Symbolic Story
    • Langkah-Langkah Membuat Symbolic Story
  8. STORY TELLING – INTERACTIVE STORY

    • Pengertian Interactive Story
    • Tujuan Terapeutik Interactive Story
    • Struktur Umum Interactive Story
    • Prinsip Komunikasi Dalam Interactive Story
    • Teknik Interaktif Dalam Cerita
  9. Story Telling – Spiritual or Philosophical Story

    • Tujuan Spiritual or Philosophical Story
    • Prinsip Kerja Cerita Spiritual
    • Ciri-ciri Spiritual or Philosophical Story
    • Struktur Cerita Spiritual
    • Fungsi dalam Hipnoterapi
  10. Personal Experience Story

    • Definisi Personal Experience Story
    • Tujuan Penggunaan dalam Hipnosis
    • Struktur Cerita Personal Experience Story
    • Bahasa dan Gaya Penceritaan
  11. Story Telling – Personal Experience Story

    • Definisi Personal Experience Story
    • Ciri-Ciri Personal Experience Story yang Efektif
    • Struktur Cerita Personal Experience Story
    • Cara Menggunakan Personal Experience Story dalam Sesi Hipnosis
    • Teknik Bahasa dalam Personal Experience Story
  12. 10 CONTOH PERSONAL EXPERIENCE STORY TERAPIUTIK

    • Tentang Ketakutan yang Akhirnya Tenang
    • Tentang Rasa Bersalah yang Dilepaskan
    • Tentang Keputusan Hidup
    • Tentang Kehilangan yang Membuka Kesadaran
    • Tentang Harapan yang Tidak Pernah Hilang
    • Tentang Memaafkan Diri Sendiri
    • Tentang Keteguhan dan Ketenangan
    • Tentang Menghadapi Perubahan
    • Tentang Kesendirian yang Menumbuhkan
    • Tentang Keyakinan pada Diri Sendiri

HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN

  1. Hypnotic language pattern: unspecified verbs

    • Hypnotic language pattern: unspecified verbs
    • Apa itu unspecified verbs?
    • Tujuan dan manfaat penggunaan unspecified verbs
    • Struktur dan pola bahasanya
    • Cara kerja unspecified verbs dalam hipnosis
    • Contoh penerapan dalam skrip hipnoterapi
    • Perbandingan: spesifik vs unspecified
  2. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: COMPARATIVE DELETION

    • Hypnotic language pattern: comparative deletion
    • Pengertian comparative deletion
    • Struktur dasar comparative deletion
    • Fungsi terapiutik comparative deletion
    • Mekanisme psikologis di baliknya
    • Contoh-contoh aplikasi praktis
    • Variasi dan pengembangan pola
    • Cara melatih dan menguasai
  3. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: MIND READING

    • Hypnotic language pattern: mind reading
    • Pengertian mind reading pattern
    • Struktur dasar mind reading pattern
    • Tujuan dan fungsi dalam terapi
    • Ciri-ciri mind reading pattern
    • Contoh mind reading pattern
    • Teknik penguatan mind reading
    • Variasi struktur kalimat
    • Contoh dialog terapi (penerapan langsung)
    • Perbandingan dengan pola lain
  4. LANGUAGE PATTERN — LOST PERFORMATIVE

    • Language pattern — lost performative
    • Pengertian “lost performative”
    • Konsep dasar dalam neuro-linguistic programming (nlp)
    • Kenapa lost performative bekerja dalam hipnosis
    • Struktur linguistik lost performative
    • Contoh-contoh kalimat lost performative
    • Cara menggunakan lost performative dalam hipnosis
    • Cara mengubah lost performative jadi sugesti terapiutik
    • Variasi dan contoh dalam konteks terapi
    • Kesalahan umum dalam penggunaan lost performative
  5. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN- Cause–Effect

    • Hypnotic language pattern- cause–effect
    • Dasar teoritis
    • Struktur bahasa
    • Cara kerja dalam hipnosis
    • Struktur terapiutik
    • Pola bahasa kombinatif
    • Formula umum cause–effect
    • Contoh dalam sesi hipnosis
    • Prinsip kunci penggunaan cause–effect
    • Contoh variasi praktis
    • Strategi terapiutik
  6. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: UNIVERSAL QUANTIFIERS

    • Hypnotic language pattern: universal quantifiers
    • Definisi dan konsep dasar
    • Mengapa universal quantifiers efektif dalam hipnoterapi
    • Jenis-jenis universal quantifiers beserta contohnya
    • Teknik penggunaan dalam skrip hipnoterapi (strategi & nuansa)
    • Tabel contoh: kuantor — intensi — frase alternatif
    • Contoh skrip hipnoterapi yang menggunakan universal quantifiers
    • Risiko, etika, dan mitigasi
    • Faq (pertanyaan yang sering diajukan)
  7. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN- MODAL OPERATORS

    • Pengertian modal operators
    • Klasifikasi modal operators
    • Makna psikologis modal operators
    • Modal operators dalam komunikasi hipnotik
    • Contoh penggunaan dalam skrip hipnosis
    • Strategi terapi menggunakan modal operators
  8. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN – COMPLEX EQUIVALENCE

    • Apa itu Complex Equivalence?
    • Definisi Teknis
    • Contoh Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari
    • Struktur Linguistik Complex Equivalence
    • Fungsi dalam Bahasa Hipnosis
    • Perbedaan dengan Cause-Effect
    • Cara Menggunakan Complex Equivalence dalam Hipnosis
    • Variasi Kalimat Hypnotic Complex Equivalence
    • Reframing dengan Complex Equivalence
    • Manfaat Terapeutik Complex Equivalence
  9. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: EMBEDDED COMMANDS

    • HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: EMBEDDED COMMANDS
    • Definisi Embedded Commands
    • Prinsip Kerja Embedded Commands
    • Struktur Linguistik Embedded Commands
    • Teknik Penerapan Embedded Commands
    • Contoh Kalimat Embedded Commands
    • Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
    • Tabel Formula Praktis Embedded Commands
  10. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: EMBEDDED QUESTIONS

    • Hypnotic language pattern: embedded questions
    • Definisi dan konsep dasar
    • Struktur linguistik embedded questions
    • Fungsi dan tujuan dalam hipnosis
    • Cara membuat embedded questions yang efektif
    • Contoh dan analisis
  11. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: NEGATIVE COMMAND

    • Hypnotic language pattern: negative command
    • Konsep dasar negative command
    • Mekanisme kerja negative command
    • Prinsip hipnotik dalam negative command
    • Struktur bahasa negative command
    • Kelemahan & risiko negative command
    • Panduan praktis untuk hipnoterapis
  12. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: CONVERSATIONAL POSTULATES

    • Hypnotic language pattern: conversational postulates
    • Konsep dasar
    • Fungsi dalam komunikasi hipnotik
    • Mekanisme psikologis
    • Struktur bahasa dan pola umum
    • Perbandingan dengan pola lain
    • Contoh penerapan dalam sesi hipnosis
    • Cara memaksimalkan penggunaan
    • Rangkuman inti
    • Contoh dalam skrip hipnoterapi (aplikasi praktis)
  13. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: DOUBLE BINDS

    • Hypnotic language pattern: double binds
    • Definisi double binds
    • Tujuan dan fungsi double bind
    • Prinsip dasar kerja double bind
    • Jenis-jenis double bind
    • Cara menggunakan double bind dalam hipnosis
  14. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN — TAG QUESTIONS

    • Hypnotic language pattern — tag questions
    • Logika psikologis di balik tag questions
    • Struktur dasar tag questions
    • Fungsi dan kekuatan hipnotik tag questions
    • Contoh konkrit dalam konteks hipnoterapi
    • Variasi tag questions dalam hipnotik komunikasi
    • Cara menggunakan tag questions secara hipnotik
    • Peringatan dan etika penggunaan
    • Rangkuman inti
  15. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: PACING CURRENT EXPERIENCE

    • Pengantar: Apa Itu Pacing Current Experience?
    • Konsep Dasar Pacing Current Experience
    • Struktur Dasar Pacing Current Experience
    • Mengapa Pacing Efektif Secara Psikologis
    • Jenis-Jenis Pacing Current Experience
    • Pola Kalimat Pacing Current Experience
    • Contoh Penerapan dalam Sesi Hipnosis
    • Integrasi Pacing dengan Leading
    • Tips Profesional Menggunakan Pacing Current Experience
    • Contoh Pacing Current Experience dalam Kehidupan Sehari-hari
  16. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: Covering All Ranges of Possibilities

    • Pengantar Konsep
    • Definisi dan Makna dalam Hipnosis
    • Fungsi Hipnotik Pola Ini
    • Struktur Bahasa dan Pola Umum
    • Tujuan dan Efek pada Pikiran Bawah Sadar
    • Contoh dan Analisis Kalimat
    • Penerapan dalam Komunikasi Hipnotik
    • Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
    • Duplikasi Pola
  17. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: PRESUPPOSITION

    • HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: PRESUPPOSITION
    • Apa Itu Presupposition?
    • Mengapa Presupposition Efektif dalam Hipnosis
    • Jenis-Jenis Presupposition
    • Struktur Dasar Kalimat Presupposition
    • Cara Menggunakan Presupposition dalam Hipnosis Percakapan
    • Contoh Aplikasi dalam Terapi Hipnoterapi
    • Tanda Kalimat Mengandung Presupposition
    • Kesalahan Umum dalam Menggunakan Presupposition
    • Latihan Membuat Presupposition
    • Presupposition dalam Bahasa Sehari-hari
    • Kunci Keberhasilan Presupposition
  18. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: SUBORDINATE CLAUSES OF TIME

    • Hypnotic language pattern: subordinate clauses of time
    • Pengertian dasar
    • Mekanisme psikologis
    • Struktur kalimat
    • Aplikasi dalam hipnosis
    • Variasi pola
    • Contoh dalam skrip hipnoterapi
    • Strategi penggunaan dalam sesi hipnosis
    • Tips praktis
  19. ORDINAL NUMBERS DALAM BAHASA HIPNOTIK

    • Pengantar: apa itu ordinal numbers dalam bahasa hipnotik?
    • Fungsi dan prinsip kerja ordinal numbers dalam hipnosis
    • Struktur dasar bahasa ordinal dalam hipnosis
    • Mengapa ordinal numbers efektif dalam hipnosis?
    • Teknik penggunaan dalam sesi hipnoterapi
    • Variasi pola ordinal dalam hipnotic language
  20. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: AWARENESS PREDICATES

    • Apa itu awareness predicates?
    • Konsep dasar awareness
    • Jenis-jenis awareness predicates
    • Struktur bahasa awareness predicates
    • Mekanisme psikologis
    • Contoh penggunaan dalam sesi hipnosis
    • Penggabungan dengan pola lain
  21. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: ADVERBS AND ADJECTIVES

    • Hypnotic language pattern: adverbs and adjectives
    • Konsep dasar
    • Peran adverbs dan adjectives dalam hipnosis
    • Fungsi sugestif adverbs & adjectives
    • Teknik penggunaan dalam bahasa hipnotik
    • Contoh kalimat hipnotik (terstruktur)
    • Tabel panduan praktis adverbs & adjectives hipnotik
  22. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: EXTENDED QUOTES

    • HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: EXTENDED QUOTES
    • Definisi Extended Quotes
    • Tujuan dan Fungsi Extended Quotes
    • Struktur Umum Extended Quotes
    • Cara Kerja Psikologis Extended Quotes
    • Pola Umum Kalimat Extended Quotes
    • Contoh Penerapan Extended Quotes dalam Sesi Hipnosis
    • Tips Profesional Menggunakan Extended Quotes
    • Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
  23. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: ADVERBS AND ADJECTIVES

    • Pengertian dasar
    • Fungsi adjectives dalam bahasa hipnosis
    • Fungsi adverbs dalam bahasa hipnosis
    • Struktur kombinasi adjectives & adverbs dalam sugesti
    • Teknik penerapan dalam hipnosis
  24. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN – Commentary Adverbs and Adjective

    • HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN – Commentary Adverbs and Adjective
    • PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR
    • FUNGSI LINGUISTIK DAN PSIKOLOGIS DALAM HIPNOSIS
    • JENIS-JENIS COMMENTARY ADVERBS DAN ADJECTIVES
    • STRUKTUR DAN POLA PENGGUNAAN
    • EFEK TERHADAP PIKIRAN BAWAH SADAR
  25. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: METAPHOR

    • Pendahuluan
    • Pengertian metaphor dalam hipnosis
    • Kenapa metaphor efektif dalam hipnosis
    • Jenis-jenis metaphor dalam hipnosis
    • Struktur metaphor hipnotis
    • Teknik membangun metaphor hipnotis
    • Contoh metaphor terapiutik
    • Metaphor dalam gaya ericksonian
    • Latihan praktis membuat metaphor hipnotis
    • Tips praktis penggunaan metaphor dalam sesi hipnosis
  26. HYPNOTIC LANGUAGE PATTERN: SELECTIONAL RESTRICTION VIOLATIONS

    • Pendahuluan
    • Apa Itu Selectional Restriction Violation (SRV)?
    • Fungsi dan Tujuan dalam Bahasa Hipnotik
    • Pola Struktur Selectional Restriction Violations
    • Contoh dan Analisis Kalimat SRV dalam Bahasa Hipnotik
    • Prinsip Psikologis di Balik SRV
    • Cara Menggunakan SRV Secara Efektif dalam Skrip Hipnosis
    • Contoh Aplikasi dalam Skrip Hipnoterapi
    • Tips Profesional untuk Menggunakan SRV
    • Tabel Ringkasan: Ciri, Tujuan, dan Contoh SRV

ACCEPT + UTILIZATION

  1. Accept + utilization – behaviors

    • Konsep Dasar “ACCEPT”
    • Konsep Dasar “UTILIZATION”
    • Fokus Materi: UTILIZATION of BEHAVIORS
    • Prinsip Komunikasi dalam Accept + Utilization (Behaviors)
    • Contoh Praktis: Accept + Utilize Behavior dalam Sesi Hipnosis
    • Kunci Sukses dalam Accept + Utilization of Behaviors
    • Rumus Praktis Ericksonian
  2. Accept + utilization — inner realities

    • Accept + utilization — inner realities
    • Pengertian “inner realities”
    • Prinsip accept + utilization dalam inner realities
    • Penerapan praktis: accept + utilization of inner realities
    • Contoh dialog hipnotik
    • Penerapan dalam berbagai konteks terapi
    • Kunci sukses teknik accept + utilization: inner realities
    • Rangkuman inti
    • Contoh skrip singkat (accept + utilization inner realities)
  3. Accept + utilization : resistances

    • Definisi singkat
    • Mengapa resistensi muncul?
    • Tipe resistensi (kategori dan ciri)
    • Prinsip accept + utilization
    • Strategi dan teknik praktis
    • Contoh dialog terapeutik
    • Tabel ringkasan intervensi vs tipe resistensi
    • Skrip singkat (template) menggunakan accept + utilization
    • Kesalahan umum (Pitfalls) dan Cara Menghindarinya
  4. Accept + utilization — symptoms

    • Pengantar konsep accept + utilization
    • Fokus bahasan: accept + utilization of symptoms
    • Prinsip Dasar: Jangan Lawan Gejala
    • Accept symptoms — menerima gejala
    • Utilization of symptoms — Memanfaatkan Gejala
    • Bentuk-bentuk Utilization of Symptoms
  5. Accept + utilization — suggestions

    • accept + utilization — suggestions
    • Apa itu “suggestion” dalam hipnosis?
  6. Accept + utilization — experiences

    • Accept + utilization — experiences
    • Fokus topik: “experiences”
    • Prinsip dasar accept + utilization: experiences
    • Bagaimana cara menerapkan accept + utilization pada experiences
    • Bentuk-bentuk experiences dalam hipnosis
    • Teknik penerapan dalam bahasa hipnotik
    • Contoh dialog praktis
    • Manfaat menerapkan accept + utilization: experiences
  7. Accept + utilization : interests and motivations

    • Accept + utilization : interests and motivations
    • Pengertian dasar
    • Pentingnya interests & motivations dalam hipnosis
    • Komponen dasar interests and motivations
    • Strategi accept + utilization dalam interests & motivations
    • Contoh praktis dalam sesi hipnosis
    • Perbedaan antara “memaksa” dan “menggunakan”
    • Rangkuman konseptual
    • Contoh bahasa utilization berdasarkan interest
  8. Accept + utilization : Perceptions of Reality

    • Accept + utilization : Perceptions of Reality
    • Apa Itu Perceptions of Reality?
    • Prinsip Dasar accept + utilization pada Perceptions of Reality
    • Bentuk-Bentuk Persepsi Realitas Klien
    • Mengapa Terapis Harus Accept Persepsi Klien?
    • Teknik UTILIZATION dalam Perceptions of Reality
    • Contoh Lengkap dalam Sesi Hipnosis
    • Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
    • Inti Pembelajaran

META PROGRAM

  1. Pengertian Meta Program

  2. Jenis–Jenis Meta Program yang Paling Umum

  3. Cara Mengetahui Meta Program Klien

  4. Cara Mempengaruhi Meta Program Klien

SCALE KEDALAMAN TRANCES

  1. Bernheim scale

  2. Friedlander–sarbin scale

  3. Magnetic scale

  4. White scale (1930)

  5. Barber suggestibility scale (1962)

  6. Davis-husband scale (1939)

  7. Liébeault scale / magnetic scale

  8. Lecron & bordeaux scale

  9. Stanford scales of hypnotic susceptibility

  10. Harvard group scales of hypnotic susceptibility (hgshs)

  11. Waterloo-stanford group c (wsgc) scale of hypnotic susceptibility

  12. London’s children’s hypnotic susceptibility scale (chss)

  13. Stanford clinical scale for adults (scs)

  14. Stanford clinical scale for children (scsc)

  15. London’s children’s hypnotic susceptibility scale (chss)

  16. Stanford hypnotic arm levitation induction and test (shalt)

  17. Aron’s depth scale (aron, 1969)

  18. Barber creative imagination scale (cis) (barber dan wilson, 1978–1979)

  19. Tart scale (tart, 1972, 1978/1979)

  20. Field inventory (field, 1965; field dan palmer, 1969)

  21. Pekala’s phenomenology of consciousness inventory (pci)

  22. Hypnotic induction profile (hip) – spiegel, 1978

  23. Indirect trance assessment scale (itas) – rossi, 1986

  24. Arizona motor scale of hypnotizability (amsh) (1994)

  25. Eysenck & furneaux scale (eysenck dan furneaux, 1945)

  26. Gudjonsson suggestibility scale

SKALA IS TOOLS

  1. Konsep Dasar “Skala is Tools”

  2. Tujuan Penggunaan Skala dalam Hipnosis

  3. Jenis Skala yang Umum Digunakan

  4. Klasifikasi Skala Berdasarkan Fungsi

  5. Menggunakan Skala sebagai Alat (Tools) dalam Praktik Hipnosis

  6. Keuntungan Menggunakan Skala sebagai Tools

SOMNAMBULISM LEVEL MANAGEMENT

  1. Pengertian Somnambulism

  2. Level-Level Kedalaman Trance Menuju Somnambulism

  3. Prinsip Dasar Somnambulism Level Management

  4. Langkah-Langkah Praktis Somnambulism Level Management

  5. Skrip Praktis Somnambulism Level Management

  6. Indikator Objektif dan Subjektif Somnambulism

  7. Gelombang Otak pada Somnambulism

  8. Keuntungan dan Kelemahan Metode Ini

HYPNOTIC PHENOMENA FOR THERAPY

  1. Pengertian Hypnotic Phenomena for Therapy

  2. Prinsip Dasar Hypnotic Phenomena

  3. Gelombang Otak dalam Hypnotic Phenomena

  4. Langkah-Langkah Menerapkan Hypnotic Phenomena dalam Terapi

  5. Contoh Skrip Penerapan Hypnotic Phenomena

  6. 12 Jenis Fenomena Hypnosis dan Aplikasinya

    • Catalepsy
    • Ideomotor Response
    • Amnesia
    • Analgesia / Anesthesia
    • Age Regression
    • Age Progression
    • Positive Hallucination
    • Negative Hallucination
    • Time Distortion
    • Post-Hypnotic Suggestion
    • Automatic Writing / Speaking
    • Hypermnesia

MENGHADAPI KLIEN ANALITIS DAN RESISTEN

  1. Pengertian Klien Analitis dan Resisten

  2. Ciri-Ciri Klien Analitis dan Resisten

  3. Prinsip Menghadapi Klien Analitis dan Resisten

  4. Teknik-Teknik Praktis

MENGUBAH BELIEF DALAM WAKTU SINGKAT

  1. Hakikat Belief dan Cara Ia Terbentuk

  2. Mengapa Belief Dapat Diubah Cepat dengan Hipnosis

  3. Ciri-ciri Belief yang Mudah Diubah Cepat

  4. Teknik-teknik mengubah belief dalam waktu singkat

  5. Teknik Utilisasi (Utilization Technique)

  6. Teknik Reframing Cepat (Context & Meaning Reframe)

  7. Teknik Anchoring & Collapse Anchor

  8. Teknik Confusion & Pattern Interrupt (Pemutusan Pola Cepat)

  9. Teknik Timeline Reimprinting Singkat

  10. Teknik Future Pacing & Post-Hypnotic Cue

MIND BODY CONNECTION

  1. Pengertian Mind–Body Connection

  2. Keterhubungan secara detail

  3. Dasar Ilmiah Mind-Body Connection

  4. Dasar ilmiah

  5. Contoh Nyata dalam Kehidupan Sehari-Hari

  6. Cara Kerja Mind-Body Connection

  7. Keunggulan memahami Mind–Body Connection

  8. Tabel: Gejala umum ketika pikiran berdampak pada tubuh

  9. Dampak Pikiran terhadap Tubuh

  10. Body Scan: Teknik Dasar Menyadari Keterhubungan Mind-Body

Model of The World for Hypnotherapy

  1. Definisi “Model of the World”

  2. Proses Pembentukan Model of the World

  3. Hubungan Model of the World dengan Meta Model

  4. Prinsip Utama dalam Menggunakan Model of the World untuk Hipnoterapi

  5. Contoh Praktis: Penerapan Meta Model dalam Menggali Model of the World Klien

  6. Integrasi dengan Hipnoterapi Ericksonian

Neuro Logical Levels for Post

  1. Konsep Dasar Neuro Logical Levels

  2. Aplikasi dalam Konteks Post-Hypnotherapy

  3. Integrasi Antar-Level

INTERVIEW SKILL FOR COUNSELING

  1. Konsep Dasar Meta Model

  2. Struktur Meta Model

  3. Teknik Bertanya dalam Meta Model

  4. Hubungan Meta Model dan Hipnoterapi

SCALING QUESTION

  1. Pengertian Scaling Question

  2. Fungsi Scaling Question dalam Hipnosis

  3. Bentuk Dasar Scaling Question

  4. Tujuan Scaling Question

  5. Jenis Scaling Question Berdasarkan Tujuan

  6. Strategi Penggunaan Scaling Question dalam Hipnoterapi

  7. Contoh Penerapan dalam Sesi Hipnosis

  8. Keunggulan Teknik Scaling Question

  9. Contoh Dialog Lengkap

CORE MASALAH DI MASA LALU

  • 13 Core Masalah di Masa Lalu

    • Penolakan (Rejection)
    • Pengkhianatan (Betrayal)
    • Ditinggalkan (Abandonment)
    • Penghinaan (Humiliation)
    • Ketidakadilan (Injustice)
    • Rasa Bersalah (Guilt)
    • Rasa Takut (Fear)
    • Kehilangan (Loss)
    • Rasa Tidak Berharga (Worthlessness)
    • Rasa Tidak Aman (Insecurity)
    • Rasa Tidak Cinta (Lack of Love)
    • Malu (Shame)
    • Luka Eksistensial (Existential Wound)
  • Teknik menemukan core problem dalam sesi hipnoterapi

    • Gunakan Pendekatan “Gejala sebagai Petunjuk, Bukan Kebenaran”
    • Amati Bahasa Tubuh dan Respons Nonverbal
    • Gunakan Pertanyaan Regresif
    • Perhatikan Kata Emosional yang Berulang
    • Gunakan Teknik “Emotion Bridge” (Jembatan Emosi)
    • Gunakan Teknik “Sensory Access”
    • Gunakan “The 5W + 1H of Emotion”
    • Identifikasi “Unfinished Emotional Needs”
    • Gunakan “Time Line Mapping”
    • Lakukan “Testing with Future Pacing”

KEGAGALAN HIPNOTERAPIS

  • 19 Kegagalan Hipnoterapis

    • Gagal Membangun Rapport
    • Gagal Memahami Struktur Masalah Klien
    • Terlalu Fokus pada Teknik, Bukan pada Manusia
    • Gagal Mengidentifikasi Tingkat Sugestibilitas
    • Terlalu Cepat Memberikan Sugesti
    • Gagal Menyusun Bahasa Sugesti yang Efektif
    • Tidak Melakukan Pre-Induction Education
    • Gagal Menangani Resistansi
    • Kurang Menguasai Teknik Deepening
    • Tidak Mengukur Hasil Setiap Sesi
    • Gagal Menangani Abreaksi
    • Terlalu Cepat Menutup Sesi
    • Tidak Melakukan Future Pacing
    • Tidak Memberi Post-Hypnotic Cue
    • Terlalu Rasional atau Terlalu Mistis
    • Tidak Menyelesaikan Diri Sendiri
    • Gagal Menjaga Etika dan Batas Profesional
    • Tidak Konsisten dalam Pengembangan Diri
    • Tidak Menyiapkan Diri Secara Mental Sebelum Sesi

KODE ETIK PROFESI HIPNOTERAPIS INDONESIA

  1. Tujuan dan Ruang Lingkup

  2. Prinsip Etika Profesi

  3. Kewajiban dan Larangan

  4. Hubungan Profesional

  5. Promosi dan Publikasi

  6. Pelanggaran dan Sanksi

  7. Penutup dan Pernyataan Komitmen

70% PRAKTEK

30% Teori

Materi yang Anda pelajari

  • Memahami Hipnosis dengan benar.
  • Memahami pikiran dan gelombang otak serta cara mengoptimalkannya.
  • Merencanakan penanggulangan resiko bersama pasien/klien.
  • Menghilangkan mental block penghambat diri dengan "Glass Walking".
  • Menguasai Hipnosis untuk penyembuhan (Hypnotherapy) dasar terkait pikiran, perasaan, dan perilaku.
  • Menguasai Hipnosis untuk hiburan (Stage & Street Hypnosis).
  • Hipnosis kepada diri sendiri untuk memprogram ulang pikiran menjadi pribadi yang lebih berdaya (Self Hypnosis).
  • Menguasai Hipnosis untuk merubah perilaku orang terdekat (Hypno Sleep).

Sertifikat yang diperoleh

Sertifikat dan Gelar non-akademis [CHt.] yang terdaftar di Kemenkumham.

Free Reseat

Gratis mengulang materi selamanya.

Free Consul

Gratis konsultasi dengan instruktur selamanya.

Investasi Anda hari ini

1 dari 3 orang butuh terapi, tapi hanya 1% yang jadi terapis

Stres, Depresi, Trauma, dan Putus asa meningkat drastis.
Anda yang dicari jutaan orang untuk solusi mental mereka.

HIPNOTERAPI

Dengan teknik ini, kamu bisa bantu orang atasi masalah mental dalam hitungan sesi, dan fee-nya?
Mulai dari 500 ribu sampai 5 juta per sesi!

Skill Anti Krisis

Skill yang tidak bisa digantikan oleh robot atau kecerdasan buatan (AI).
Skill yang akan relevan selamanya, karena selama ada manusia, ada yang butuh terapi!
Masa depan Anda terjamin.

Matematika Kesuksesan

5 Klien x 500 ribu x 20 hari = 50 juta per bulan.

Dijamin Bisa Praktek

Sistem kami yang sudah teruji dengan Instruktur yang tepat, kelas 70% praktek dan 30% teori.

Revolusi Kesehatan Mental

Banyak orang yang stres, cemas, trauma, tetapi terapi konvensional butuh waktu berbulan-bulan dan biaya mahal!
Hipnoterapi adalah solusi yang lebih cepat, efektif, dan efisien.

Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life - Mind Skills for a Better Life

Fundamental
Hypnosis Training

1 dari 3 orang Indonesia mengalami masalah mental.
Mereka kesulitan mencari terapis yang tepat dan terjangkau.
Inilah peluang EMAS untuk Anda! Dengan menguasai hipnoterapi, Anda membantu orang lain, tapi juga membangun karier yang sangat menguntungkan.

Tenaga Ahli

Tenaga ahli kami yang berdedikasi

Hermawan Andrianto, S. E., CHt (IACT-USA)., CI.

Founder, Coach & CEO

Welly Hendra CHt (IACT-USA)., CI.

Director

Kanjeng Mami Wina Ayu

Master Trainer BNSP, Psikotherapist , Marriage Consellor, Hipnotheraphist & Activator Awareness.

Aditya Lesmana CHt., CI:

Instruktur & Asessor Kompetensi BNSP.

Review & Testimonial

"Dengan saya mengikuti kelas pelatihan Hypnosis dari pak Hermawan ini sangat berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kinerja dari ASN Pemerintah Kota Surabaya dalam melayani warga kota Surabaya."

Ir. H. Armuji, M.H.

Wakil Walikota Surabaya, Alumni Advance Hypnosis.

"Saya mempelajari ilmu baru, karena selama ini yang saya pelajari adalah ilmu hukum karena profesi saya adalah hakim. Dari ilmu Hypnosis ini membuat saya sebagai pimpinan mampu manage bawahan lebih baik lagi. "

Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H.

Hakim, Alumni Advance Hypnosis, 08 Desember 2024

"Saya mempelajari ilmu Hypnosis tidak saja untuk membebaskan potensi terdalam, tapi juga membuat transformasi dalam diri saya dan orang lain menuju diri yang lebih baik"

Dr. Gaston Soehadi, M.A., CH., CHt., CMH.

Dosen, Alumni Master Hypnosis, 18 Januari 2025

"Puas bisa mengikuti kelas pelatihan Hypnosis, pelajaran disampaikan dengan interaktif dan disederhanakan mengikuti kemampuan peserta yang ada, yang paling saya suka disini teori dibahas, namun praktek menjadi main course saat menjalani pelatihan, hingga saya bisa berlatih sendiri setelah pembelajaran berakhir."

Yoga Prana Putra Santoso, S.Ked

Dokter, Alumni Advcance Hypnosis, 05 Juli 2025

"Apa yang diajarkan oleh Master Hermawan ini langsung tepat sasaran, langsung pada substansi. Selama ini saya mencari referensi yang terkait dengan profesi saya sebagai Psikolog dan Terapis. Hipnoterapi ini sebagai tambahan referensi."

Coach Dian Rizki

Psikolog, Praktisi dan Master Trainer Analisa Tanda Tangan for Self Healing, Pemegang HKI Analisa Tanda Tangan for Self Healing, Founder Diri Kode, Alumni Advance Hypnosis.

"Dengan mengikuti kelas pelatihan Hypnosis ini tentunya saya mendapatkan keilmuan baru yang diluar akal, karena memang sebelumnya hal demikian dianggap ghaib, tapi ternyata ada dasar ilmunya. Dan pastinya ilmu Hypnosis ini sangat menunjang profesi saya di bidang pencegahan dan pemberantasan narkotika."

Pungky Candra Mahardika

ASN Badan Narkotika Nasional (BNN), Alumni Advanced Hypnosis, 20 Juli 2025

"Dengan mengikuti kelas Hypnosis ini saya mendapatkan sisi Hypnosis lebih detail. Saya secara sadar/tidak dalam keseharian saya sudah melakukan praktek Hypnosis melalui afirmasi diri sendiri. Saya ambil spesialisasi Hypno-Sport karena profesi pelatih olah raga panahan. Saya bantu anak didik mengatasi kepanikan (anxiety) akan mencapai target dari awal latihan sampai pertandingan. Seringkali pada saat latihan bagus tetapi gugup saat di pertandingan."

Abdi Hanif Firmansyah

ASN Pelatih Atlet Panahan, Alumni Advanced Hypnosis, 20 Juli 2025

"Persoalan saya yang belum bisa diselesaikan di tempat lain, saya temukan solusinya di pak Hermawan. Penyampaian materi yang bagus dan juga prakteknya."

Devi Hapy, CHt.

Ibu Rumah Tangga, Alumni Advanced Hypnosis.

"Pak Hermawan sangat maksimal dalam memberikan materi, beliau berpengalaman, dan pemahamannya mendalam soal Hypnosis sehingga saya yang orangnya detail jadi timbul banyak pertanyaan saat di kelas."

Eri Silvanus

Organization Development Facilitator, Alumni Advanced Hypnosis, 20 Juli 2025

"Tujuan awal saya mengikuti kelas pelatihan Hypnosis adalah untuk Self-Healing, untuk diri sendiri, lalu dengan berjalannya waktu ternyata saya juga bisa membantu menyembuhkan orang lain."

Ir. Erlita Prihati

Arsitek, Alumni Advance Hypnosis, 01 Juni 2025

"Kelas pelatihan Hypnosis inilah yang berhasil merubah hidup saya yang sangat terpuruk menjadi bangkit dan percaya diri kembali, selain Hypnosis untuk diri sendiri, saya juga membantu anak-anak yang patah semangat bersekolah untuk kembali rajin belajar dan semangat menjalani studi mereka."

Reny. CHt.

Ibu Rumah Tangga, Alumni Advance Hypnosis.

"Saya menyimpan banyak sampah emosi selama bertahun-tahun karena memang tidak tahu bagaimana cara membuangnya dan itu membuat beban hidup dan capek. Dengan belajar Hypnosis ini akhirnya saya bisa membuang semua sampah-sampah emosi itu. Alhamdulilah sekarang hidup saya lebih ringan dan lebih optimis dalam menjalani hidup."

Diah Wulandari, CHt.

Ibu Rumah Tangga, Alumni Advance Hypnosis.

"Awalnya saya skeptis dengan hipnoterapi, tapi setelah mengikuti training ini, pandangan saya benar-benar berubah. Coach Hermawan menjelaskan semuanya step by step, mulai dari teori dasar hingga praktik langsung. Yang paling saya suka adalah suasana kelas yang supportive dan aman untuk belajar. Dalam training, saya sudah bisa melakukan sesi hipnoterapi sederhana. Investasi yang sangat berharga untuk pengembangan diri dan karir."

Ayub Adi Cahyono

Wiraswasta, Alumni Fundamental Hypnosis, 31 Mei 2025